by

Virus Ebola Kembali Merebak, 4 Orang Meninggal di Guinea

Empat orang di Guinea meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit Ebola. Kejadian itu merupakan kasus yang muncul kembali setelah lima tahun ebola mewabah di negara tersebut.

Empat orang yang meninggal dunia itu berasal dari wilayah tenggara Nzerekore.

Baca juga : Mayat Wanita Terkubur Separuh Dibunuh Anak Kandung Sendiri

“Sangat prihatin (dengan kematian itu), Menteri Kesehatan Remy Lamah mengutip AFP.

Kepala Badan Keamanan Nasional Sakoba Keita melaporkan satu korban terbaru yakni seorang perawat yang sakit sejak akhir Januari. Dia dimakamkan pada 1 Februari.

“Di antara mereka yang dimakamkan, delapan orang menunjukkan gejala diare, muntah dan pendarahan,” jelasnya.

“Tiga dari mereka meninggal, dan empat lainnya di rumah sakit,” sambungnya.

Kepada media lokal, Keita mengatakan ada satu pasien yang sempat melarikan diri, kemudian ditemukan. Pasien itu lantas dibawa ke rumah sakit di ibukota Conakry untuk menjalani perawatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengamati wabah baru Ebola sejak 2016. Tindakan terbarunya memberlakukan Republik Demokratik Kongo dengan status darurat kesehatan internasional.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mencuit di akun Twitter miliknya, bahwa WHO telah diberitahu ihwal dua kasus yang diduga sebagai penyakit mematikan di Guinea, Minggu (14/2) pagi,

“WHO telah diberitahu tentang dua kasus dugaan Ebola di Guinea-Conakry,” tulisnya.

Ia juga menambahkan pengujian konfirmasi sedang dilakukan. Untuk mencegah penularan, sebanyak 40 ribu orang juga telah divaksin.

Wabah yang terjadi pada 2013-2016 membuat pengembangan vaksin dipercepat untuk melawan virus ebola. Sebanyak 500 ribu dosis vaksin sebagai persediaan darurat global untuk merespon wabah di masa depan, jelas aliansi vaksin, Gavi, Januari lalu.

Sebelumnya, Pemerintah setempat menyatakan wabah ke-11 virus Ebola yang terjadi selama enam bulan berakhir pada 18 November 2020. Setelah pasien terakhir dinyatakan sembuh.

Comment

1 comment

News Feed