by

Taliban Segera Umumkan Mullah Baradar sebagai Pemimpin Baru Afghanistan, Ini Sosoknya

kunciberita.com – Mullah Baradar, petinggi Taliban disebut akan menjadi kepala pemerintahan Afghanistan setelah mantan Presiden Ashraf Ghani mengundurkan diri dan Amerika Serikat (AS) meninggalkan Kabul.

Dilansir dari Reuters, beberapa sumber menyatakan pemerintahan yang dipimpin Baradar akan dibantu oleh tokoh-tokoh Taliban lainnya.

Baca juga : Diduga Cekcok Masalah HP, Pemuda di Medan Tikam Berkali-kali Ayah dan Kakak Kandungnya hingga Tewas

Disebutkan mereka adalah Mullah Mohammad Yaqoob, putra mendiang pendiri Taliban, Mullah Mohammed Omar dan Sher Mohammad Abbas Stanekzai yang akan mengambil posisi senior di pemerintahan, kata sumber itu pada Jumat (3/9/2021).

“Seluruh pemimpin terkemuka telah tiba di Kabul, di mana persiapan memasuki tahap akhir untuk mengumumkan pemerintahan baru,” ungkap salah satu petinggi Taliban yang enggan disebut namanya kepada Reuters.

Taliban sebelumnya diperkirakan akan mengumumkan pembentukan kabinetnya paling cepat kemarin karena menghadapi tekanan dari domestik dan internasional, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (3/9/2021).

Saat ini, Taliban sedang menghadapi perlawanan di Lembah Panjshir serta masalah dalam ekonomi pasca menguasai Kabul pada 15 Agustus lalu.

Diketahui Taliban dipimpin oleh Hibatullah Akhundzada yang lebih banyak memimpin kelompok itu di balik layar dan hanya beberapa kali mengeluarkan pernyataan di depan umum.

Dalam pemerintahan baru Taliban, Hibatullah Akhundzada diduga akan fokus pada urusan keagaman, termasuk pula dalam pemerintahan yang disesuaikan dengan kerangka islam.

Sementara Mullah Baradar akan menjadi pemimpin utama di Afghanistan.

Mullah Baradar diketahui kembali ke Afghanistan setelah mendarat di Kandahar pada Selasa (17/8/2021), dilansir dari AFP.

Baradar menjadi satu-satunya pemimpin Taliban yang masih hidup dan ditunjuk secara pribadi oleh Mullah Mohammed Omar yang kemudian menjadikannya sebagai sosok legendaris di kelompok itu.

Anggota Taliban menyambut kedatangan Baradar dan mengerumuninya saat turun dari pesawat pemerintah Qatar sebelum melakukan konvoi.

Dilansir dari The Guardian, Mullah Abdul Ghani Baradar, lebih dikenal sebagai Mullah Baradar lahir di provinsi Uruzgan pada tahun 1968 dan ikut bertempur melawan Soviet bersama Afghanistan pada 1980-an.

Baca Juga :  Menolak saat Diminta Memakai Masker ketika di Bank, Wanita 65 Tahun Ini Ditangkap Polisi

Bersama dengan Mullah Omar, Baradar mendirikan Taliban sebagai gerakan yang dipelopori para cendekiawan Islam muda dan mulai berkuasa di tahun 1996 sebelum digulingkan oleh AS dan sekutu Afghanistan pada 2001.

Selama 20 tahun pengasingan Taliban, Baradar memiliki reputasi sebagai pemimpin militer yang kuat.

Baradar sempat ditangkap di dekat Karachi di Pakistan pada 2010 dan ditahan hingga 2018 sebelum kemudian dipindahkan ke Qatar.

Setelah bebas, Baradar diangkat sebagai kepala kantor diplomatik Taliban di Doha dan mewakili kelompok dalam pertemuan dengan negara-negara lain.

Baradar juga menjadi perwakilan dalam penandatanganan perjanjian penarikan pasukan AS dari Afghanistan pada Februari 2020 yang kemudian dianggap menjadi awal kebangkitan Taliban di Asia Selatan.

Baradar bahkan sempat berbicara dengan Presiden Donald Trump yang saat itu masih menjabat melalui telepon pasca kesepakatan dibuat.

Taliban saat ini masih menghadapi beberapa tantangan sebelum secara resmi mengumumkan kabinet pemerintahan barunya, termasuk konfliknya dengan kelompok pimpinan Ahmad Massoud di wilayah Lembah Panjshir yang menyatakan diri sebagai anti-Taliban.

Comment

News Feed