by

Sosok Nabila, Gadis 15 Tahun yang Jadi Mahasiswi Termuda FK Unair, Belajar Minimal 8 Jam Sehari

Rizqi Nabila Ramadhani (15) berhasil menjadi mahasiswi termuda pada usia yang biasanya masih duduk di sekolah menengah atas (SMA).

Remaja asal Ponorogo, Jawa Timur itu tercatat sebagai mahasiswa termuda Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Baca juga : Polri Sebut Operasi Ketupat Disesuaikan dengan Larangan Mudik

Rizqi Nabila Ramadhani menjadi mahasiswi FK Unair melalui jalur SNMPTN 2021.

Giat Belajar, Ikuti Program Akselerasi

Sejak kecil, Rizqi Nabila Ramadhani. bercita-cita ingin menjadi dokter. Untuk menggapai cita-citanya tersebut, ia pun semangat belajar sejak kecil.

Putri pasangan Amin Syaifudin (45) dan Novita Rahmawati (43) ini sudah terlihat semangat belajar sejak duduk di SLTP.

Lulus SD Muhamadiyah Ponorogo, Rizqi Nabila Ramadhani diterima di dua sekolah, yakni di SMPN 1 Ponorogo, dan MTSN 2 Ponorogo.

Rizqi Nabila Ramadhani kemudian memilih program akselerasi pun dilakukan saat duduk di MTSN 2 Ponorogo.

“Kalau pas SD masih seperti anak-anak pada umumnya, suka main. Nah, dia (Rizqi Nabila Ramadhani) ini mulai terlihat rajin saat MTS,” cerita Novita Rahmawati sang ibu.

Di sekolah setingkat SMP itu, dia hanya menghabiskan waktu dua tahun belajar di sana.

Rizqi Nabila Ramadhani kemudian melanjutkan ke SMAN 1 Ponorogo.

Rizqi Nabila Ramadhani’ bisa masuk FK Unair di usia muda bukan tanpa perjuangan.

Anak pertama dari dua bersaudara ini sudah mengambil program akselerasi semenjak menempuh pendidikan di MTSN 2 Ponorogo.

Dan mengambil program Kelompok Belajar Cepat di SMAN 1 Ponorogo.

Rizqi bisa lulus dari jenjang SMP dan SMA masing-masing hanya membutuhkan waktu 2 tahun.

Tulisan Gelar Dokter Ditempel di Meja Belajar Penyemangat

Sulung dari 2 bersaudara ini punya cara unik untuk melecutkan semangat belajar di benaknya.

Baca Juga :  Pemiliknya Belum Bisa Nyetir, Belasan Mobil Warga Desa Miliarder Tuban Rusak, Ada yang Tabrak Garasi

Gadis kelahiran 19 Juli 2005 ini sengaja membuat tulisan yang membuatnya selalu semangat belajar mencapai cita-citanya sebagai dokter.

‘dr. Rizqi Nabila Ramadhani’. Itulah tulisan selalu memotivasi gadis asal Ponorogo ini hingga akhirnya bisa diterima di FK Unair Surabaya.

Ia menceritakan, tulisan itu diruliskan saat duduk di bangku kelas X SMA.

“Saya menulis apa yang saya inginkan dan pampang di meja belajar saya.

Tiap down saya jadi ingat kalau saya ini punya impian dan tidak boleh menyerah di situ,” kata Rizqi saat ditemui di rumahnya di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Tambakbayan, Ponorogo, Kamis (25/3/2021).

Sedari kecil, ia bercita-cita menjadi dokter dan bisa sukses di usia muda.

“Jadi dokter ini cita-cita saya sendiri, alhamdulillah orang tua juga sangat men-support,” lanjutnya.

Belajar Minimal 8 Jam Sehari

Hari-harinya ia habiskan untuk belajar dan mengurangi waktu bermain.

“Selain belajar di sekolah saya juga les di dua bimbel sama mendatangkan satu guru privat,” jelasnya.

Dalam sehari minimal Rizqi menghabiskan 8 jam untuk belajar.

“Dalam satu hari minimal saya belajar selama 8 jam. Les di dua Bimbel (bimbingan belajar) sama mendatangkan satu guru privat,” kata Rizqi.

“Pelajaran favorit saya eksakta, fisika kimia matematika biologi,” terangnya.

Menurut Rizqi, tidak ada tips khusus yang ia lakukan untuk bisa diterima di FK Unair selain belajar.

“Tipsnya bisa keterima di FK Unair ya harus sering belajar, pantang menyerah.

Tidak boleh putus asa, tidak bosan buka buku untuk sering mengerjakan latihan soal,” pungkasnya.

Lagu Westlife Jadi Pengobat Jenuh Belajar

Rizqi mengaku bahagia dan terharu diterima di jurusan yang sudah lama dicita-citakan.

“Ini juga menjadi tanggung jawab saya untuk membawa nama baik sekolah.

Baca Juga :  Viral Video Mempelai Pria Babak Belur Tanpa Baju Pengantin di Pelaminan, Ternyata Ini yang Terjadi

Jadi di sana saya harus belajar lebih giat lagi supaya bisa membanggakan nama SMAN 1 Ponorogo,” ucap Rizqi.

Ia tidak merasa masa mudanya tersita dengan belajar karena menurutnya belajar tidak selalu membosankan.

“Saya juga mengurangi bermain dan menghabiskan waktu yang kurang bermanfaat,” imbuhnya.

Namun, Rizqi mengakui ada kalanya merasa jenuh atau capek karena seharian belajar.

Untuk membangkitkan semangatnya, ia sering kali mendengarkan musik sembari belajar.

“Biasanya sering ndengerin westlife. Karena bapak sering memutar lagu Westlife jadi ikutan suka,” jelas dara kelahiran 19 Juli 2005 ini.

Jatuh Bangun CaPai Cita-cita, Sempat Kaget dengan Ritme Belajar Akselerasi

Menurut Ibu Rizqi, Novita Rahmawati (43), anaknya memang sangat tekun belajar.

Bahkan tak jarang ia mengingatkan Rizqi untuk istirahat jika sudah dirasa terlalu lama belajar.

“Saya batasi, jam 10 malam sudah harus selesai.

Tapi kadang-kadang saya cek ke kamarnya tengah malam kembali belajar lagi,” kata Novita, Kamis (25/3/2021).

Menurut Novita, sedari awal Rizqi memang sudah punya disiplin yang tinggi dalam hal apapun.

“Kita tinggal menguatkan saja kalau kamu punya cita-cita ya dikejar dengan komitmen dan tanggung jawab penuh,” kata Novita.

Sebagai orang tua, dirinya hanya bisa mendukung dan mengarahkan mana yang terbaik bagi anaknya.

“Saya juga penuhi kebutuhan dia vitamin misalnya minta lauk apa.

Karena belajar ini butuh ketahanan tubuh juga,” lanjut ibu dua anak ini.

Novita bercerita, Rizqi pernah masuk ke rumah sakit lantaran kecapekan hingga berujung typus.

“Sempat opname tiga hari karena typus. Itu waktu awal masuk MTS,” jelas Novita.

Waktu itu, Rizqi belum terbiasa dengan ritme belajar program akselerasi yang diambildi MTSN 2 Ponorogo.

Baca Juga :  Sri Mulyani: Covid-19 Wake up Call Dunia soal Pentingnya Investasi

Ia harus belajar mengejar pelajaran yang dipadatkan sehingga bisa lulus SMP dalam waktu dua tahun.

“Saya tidak mau memaksa, tapi waktu saya tanya lagi ternyata anaknya merasa mampu, akhirnya kita memutuskan untuk memberi kesempatan lagi,” terang Novita.

Selama dua tahun duduk di bangku MTS, Rizqi konsisten berada di peringkat kedua program akselerasi.

“Saat itu sebenarnya dia keterima di SMP 1 Ponorogo, tapi malah ingin ambil program akselerasi ya kita dukung saja,” lanjut warga Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Tambakbayan ini.

Usai lulus dari MTSN 2 Ponorogo, Rizqi melanjutkan studinya di SMAN 1 Ponorogo.

Karena sudah terbiasa mengambil program akselerasi, akhirnya ia kembali mengambil program yang sama di SMAN 1 Ponorogo.

Novita bersyukur anaknya bisa meraih keinginannya untuk bisa masuk FK Unair.

“Guru-guru SD-nya juga sampai WA (pesan via WhatsApp) saya. Ikut bahagia dan sampai mbrebes (nangis) katanya,” kata Novita.

“Guru-guru kan melihat dulu dia ini kecil sekali (tubuhnya), tapi menurut guru-gurunya semangatnya besar,” pungkasnya.

Comment

News Feed