by

Senat Usulkan AS Beli Sistem Rudal S-400 Rusia dari Turki

Senat Amerika Serikat mengusulkan pemerintah membeli sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia dari Turki. Senat menyarankan pembelian dilakukan di bawah undang-undang yang telah diusulkan pekan lalu.

Proposal itu merupakan salah satu upaya anggota parlemen untuk mengurangi kebuntuan antara Washington dan Ankara atas jet tempur F-35.

Baca juga : Massa Aksi Tolak TKA China di Kendari Bentrok dengan Polisi

AS dan Turki diketahui berselisih terkait pembelian sistem pertahanan udara rudal S-400 dari Rusia.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak membatalkan pembelian sistem itu meskipun ada peringatan dari Washington. AS menyebut sistem pertahanan udara buatan Rusia itu tidak kompatibel dengan NATO dan dapat menimbulkan ancaman bagi jet-jet F-35 Lockheed Martin Corp.

Anggota Senat, John Thune telah mengusulkan amandemen UU Otorisasi Pertahanan Nasional 2021 yang memungkinkan pembelian menggunakan akun pengadaan rudal Angkatan Darat AS.

Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat Jim Risch, R-Idaho memperkenalkan amandemen UU yang lebih keras untuk mendesak administrasi Presiden Donald Trump menerapkan sanksi CAATSA atas Turki dalam waktu 30 hari setelah berlakunya NDAA.
 
Riisch mengkritik Erdogan dan menuduhnya memiliki iktikad buruk dalam urusan dengan AS karena membeli sistem S-400.
 
Di bawah CAATSA atau Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi yang disahkan pada 2017, negara manapun yang membeli alat pertahanan utama dari Rusia harus menghadapi sanksi besar.

Trump memutuskan membatalkan proyek penjualan jet tempur F-35 karena Turki tetap melanjutkan kontrak pembelian S-400 buatan Rusia. Namun dia menunda menjatuhkan sanksi terhadap Turki.

Draf Komite Otoritas Layanan Bersenjata Senat sudah membahas Turki dan program F-35. Secara khusus, ini memberi Angkatan Udara AS wewenang untuk menerima, mengoperasikan, atau bahkan memodifikasi enam model F-35A yang dibangun oleh Lockheed Martin untuk Turki.

Comment

1 comment

News Feed