by

Pura-Pura Ajak Ziarah, Guru Ngaji di Garut Gonta-ganti Hotel Lakukan Hal Mesum ke Santriwati

Bermodus mengajak santriwatinya untuk berziarah, seorang guru ngaji di Garut justru melakukan tindakan asusila terhadap murid perempuannya itu.

Hal itu dilakukan oleh pelaku berinisial RS (41) terhadap santriwatinya RK (17), di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada awal Maret tahun 2021 kemarin.

Baca juga : Niat Bunuh Ustaz karena Dendam, Pria di Sumenep Keliru Tebas Anak Kecil yang sedang Tidur

Puncaknya, warga yang emosi membakar tempat ngaji yang biasa digunakan oleh pelaku mengajar, pada Senin (5/4/2021) kemarin.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, RS mulanya mengajak RK dengan dalih berziarah dan studi banding.

Ketika pergi berduaan dengan pelaku, korban justru dibawa ke hotel.

“Korban mau diajak seorang diri, ternyata bukan ke Cilacap, korban malah dibawa ke Pangandaran selama tiga hari, nginap di hotel,” kata sekretaris desa setempat, Ajid Gani, Rabu (07/4/2021).

Dalam kurun waktu 9 Maret hingga 11 Maret, korban terus-terusan menjadi korban perlakuan mesum pelaku.

“Menurut keterangan korban, sekitar pukul sepuluh malam dikasih minuman oleh pelaku. Setelah minum itu korban tidak ingat apa-apa, sadar-sadar pagi hari sudah tidak berbusana,” ujar Ajid.

Ajid bercerita, pelaku berganti-ganti hotel hingga 2 kali di Pangandaran saat melakukan pencabulan terhadap korban.

Pencabulan kembali terjadi pada 12 Maret 2021, ketika mereka pulang ke Garut dan sempat menginap di sebuah wisma.

“Sepulang dari sanalah korban RK (17) kondisinya tidak mau diajak bicara, murung terus sampai pihak keluarga bingung ada apa yang terjadi sama dia,” ucap Ajid.

Tempat Ngaji Dibakar Massa

Kasubbag Humas Polres Garut, Ipda Muslih Hidayat menyebut tempat ngaji yang dibakar warga tersebut merupakan bangunan semi permanen yang biasa dipakai pelaku mengajar ngaji.

Baca Juga :  Klaster Corona Secapa, Bandung Bakal Terapkan PSBB Kecamatan

Pencabulan kembali terjadi pada 12 Maret 2021, ketika mereka pulang ke Garut dan sempat menginap di sebuah wisma.

“Sepulang dari sanalah korban RK (17) kondisinya tidak mau diajak bicara, murung terus sampai pihak keluarga bingung ada apa yang terjadi sama dia,” ucap Ajid.

“Awalnya ada kekecewaan dari warga bahwa ada salah satu santrinya yang menjadi korban pelecehan seksual,” ujar Muslih, Selasa (6/4/2021).

Aksi bejat RS pertama kali dicurigai oleh orangtua korban.

Pasalnya, seusai dicabui, RK tak mau lagi berangkat mengaji. Padahal biasanya RK sangat bersemangat dan rajin mengaji.

Selain itu, korban juga sering uring-uringan pada orangtua belakangan ini.

Orangtua yang semakin curiga lantas memaksa korban menceritakan peristiwa yang dialaminya.

Korban pun mengaku pernah dicabuli guru ngajinya.

Mendengar pengakuan korban, keluarga bersama masyarakat langsung mendatangi tempat pelaku mengajar ngaji.

Muslih mengatakan, warga sebenarnya sudah lama mencurigai pelaku.

“Warga sudah lama curiga tapi baru ada bukti dari ucapan korban kemarin malam, warga yang kesal langsung melakukan aksi pembakaran.”

“Aksi pembakaran dilakukan secara spontan oleh pihak keluarga dan warga karena kesal dengan ulah oknum ustaz itu,” jelas Muslih.

“Apalagi sebelumnya warga sudah menaruh kecurigaan karena ada gelagat-gelagat kurang baik yang ditunjukkan oknum ustaz itu.”

Pelaku selama ini memang belum menikah.

Ia langsung melarikan diri dan masih buron hingga Selasa (6/4/2021).

Pelaku kabur dari rumah sebelum warga datang membakar tempat ngajinya.

Comment

1 comment

News Feed