by

Perbedaan Perlakuan Tes Jenazah Covid-19 RI dan AS

Epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman menyatakan beda perlakuan pengetesan terhadap jenazah Covid-19 di Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Di New York, Amerika Serikat, pemerintah setempat mengetes tiap jenazah warga yang meninggal yang sebelumnya memiliki gejala Covid-19. Hal ini dilakukan untuk mencapai akurasi data orang yang meninggal akibat terinfeksi virus corona di negara itu.

Baca juga : Hati-Hati, Ini Jenis Makanan dan Minuman yang Dapat Memicu Migrain

Tak hanya itu, sejumlah negara berkembang bahkan beralasan tidak mengetes jenazah yang memiliki gejala Covid-19 sebelum meninggal karena keterbatasan anggaran. Banyak negara memilih mamanfaatkan fasilitas pengetesan untuk orang yang masih hidup.

Selain itu, Dicky menuturkan pengetesan terhadap seluruh jenazah yang memiliki gejala Covid-19 sebelum meninggal akan berdampak pada meningkatkan angka kematian.

Lebih lanjut, ia menuturkan pengetesan kepada jenazah dengan gejala Covid-19 merupakan imbauan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Indonesia perkuat tes orang sehatDi sisi lain, Dicky menyebut Indonesia tidak perlu meniru langkah New York untuk mengetes jenazah yang sebelumnya memiliki gejala Covid-19.

Dia menyarankan Indonesia lebih dahulu untuk memperkuat pengetesan yang saat ini masih jauh dari saran WHO, yakni 1 tes per 1.000 orang per minggu.

Dicky menambahkan orang yang memiliki penyakit penyerta akan semain parah jika terinfeki Covid-19. Dari situasi itu, dia menyebut secara otomatis angka kematian di Indonesia akan semakin meningkat.

Lebih dari itu, Dicky berkata angka kematian adalah angka yang valid. Angka kematian, lanjut dia mewakili kondisi sebuah wilayah.

Pemerintah New York mengeluarkan peraturan yang mewajibkan pengetesan Covid-19 pada jenazah orang yang meninggal di rumah sakit atau panti jompo paling lambat dalam waktu 48 jam setelah kematian.

Jenazah yang harus dites akibat dugaan penyakit pernapasan, tetapi selama 14 hari belum dites flu dan virus corona. Kebijakan itu dibuat dalam upaya untuk mengumpulkan data yang lebih akurat tentang kedua penyakit tersebut.

Comment

1 comment

News Feed