by

Pemkab Nganjuk Perpanjang PPKM Mikro Hingga Maret

Pemkab Nganjuk memperpanjang kebijakan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro selama dua minggu ke depan. Perpanjangan dilakukan sesuai hasil evaluasi yang menyebut kegiatan itu efektif mencegah penularan COVID-19.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan (Satgas) COVID-19 Nganjuk dr. Hendriyanto mengungkapkan, perpanjangan PPKM mikro juga sesuai dengan keputusan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Baca juga : Terobos Ring 1-Ditendang Paspampres, Identitas Rombongan Pemotor Diburu Polisi

Sebelumnya, kebijakan PPKM berskala mikro telah dilakukan oleh Pemkab Nganjuk sejak dua minggu yang lalu. Sesuai rencana awal, PPKM skala mikro akan berakhir Senin (22/2/2021). Dengan perpanjangan tersebut, PPKM akan dilaksanakan hingga Senin (8/3/2021) nanti.

Lebih jauh Hendri menjelaskan sesuai evaluasi Pemprov Jatim, PPKM mikro memberi hasil yang signifikan untuk pencegahan COVID-19. Salah satu indikator yang digunakan pemprov untuk mengukur adalah Bed Occupancy Ratio (BOR) atau persentase pemakaian tempat tidur Rumah Sakit.

Pada masa awal PPKM mikro, BOR di Jatim mencapai 79%. Sedangkan kini turun menjadi 46%. Hal senada juga terjadi di Kabupaten Nganjuk, dari empat RS rujukan COVID-19 total ada 153 tempat tidur dari total 257 bed yang terpakai. Persentasenya 55%. “Pada Selasa (23/2/2021) lalu, jumlah tempat tidur yang terpakai hanya 119 bed. Saat ini BOR di angka 43,3%,” tutur Hendri. Berkaca dari hal tersebut, akhirnya pemprov mengambil kebijakan untuk meneruskan PPKM berskala mikro di seluruh kabupaten dan kota se-Jatim.

Perlu untuk diketahui, sebelumnya Bupati Nganjuk Mas Novi sudah pernah membuat wacana penerapan PPKM mikro selama satu bulan penuh. Yakni mulai 8 Februari 2020 hingga 8 Maret 2020. Namun, wacana tersebut urung dilakukan dan PPKM mikro sementara disepakati selama dua minggu saja.

Baca Juga :  Alasan Pelatihan Online Kartu Prakerja, Offline Lebih Mahal

Sementara itu, meski PPKM mikro menunjukkan hasil yang positif, Hendri tetap menghimbau masyarakat agar tidak lengah. Beliau meminta agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

Hal tersebut dikarenakan kasus COVID-19 di Kabupaten Nganjuk masih terus bertambah. Demikian juga dengan jumlah pasien yang meninggal dunia. Oleh karena itu Hendri meminta masyarakat untuk tetap memakai masker saat berada di luar rumah.

“Hindari kerumunan dan sering-sering mencuci tangan menggunakan sabun,” urai Hendri sembari menyebut penerapan prokes yang ketat juga berlaku bagi para tenaga kesehatan yang sudah menjalani vaksinasi COVID-19.

Comment

1 comment

News Feed