by

Pandemi, Warteg Dapat Bantuan Rp125 Juta dan Masuk e-Commerce

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) menyatakan pengusaha warteg mendapatkan fasilitas jaring pengaman sosial (JPS) dari lima perusahaan pelat merah. Total bantuan yang diberikan sebesar Rp125 juta.

Deputi Usaha Mikro Kemenkop UKM Eddy Satriya menjelaskan lima BUMN yang memberikan bantuan tersebut adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom, PT Jamrindo (Persero), PT Askrindo (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PMN.

Baca juga : Viral Video Mempelai Pria Babak Belur Tanpa Baju Pengantin di Pelaminan, Ternyata Ini yang Terjadi

“Pengusaha warteg mendapatkan fasilitas jaring pengaman sosial dari lima BUMN untuk program makan gratis di warteg dengan total bantuan sebesar Rp125 juta,” ungkap Eddy dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (6/4).

Selain itu, Kemenkop UKM juga memberikan bimbingan kepada pengusaha warteg untuk masuk pada market place dan masuk laman Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) melalui Bela Pengadaan. Saat ini, Kemenkop UKM sudah mendata UMKM mana saja yang akan masuk pada laman LKPP.

“Ada 1.322 pengusaha warteg se-Jabodetabek yang sudah dikurasi untuk masuk pada e-commerce serta masuk pada laman LKPP melalui Bela Pengadaan,” jelas Eddy.

Menurut Eddy, bantuan ini merupakan tindak lanjut Kemenkop UKM setelah melakukan audiensi dengan sejumlah pengusaha warteg. Audiensi dilakukan karena mayoritas pengusaha warteg juga terkena dampak pandemi covid-19.

Sebelumnya, pada Januari 2021 lalu, Ketua Komunitas Warteg Indonesia (Kowantara) Mukroni mengatakan 20 ribu warteg di Jabodetabek bakal tutup tahun ini. Ini terjadi karena pengelola warteg tak mampu membayar perpanjangan sewa tempat usaha.

Ia mengatakan modal usaha pemilik warteg sudah tergerus habis-habisan akibat pandemi covid-19. Pasalnya, semenjak pandemi merebak rata-rata omzet warteg anjlok hingga 90 persen.

Baca Juga :  Bunuh dan Gasak Harta Dalang Ki Anom Subekti Sekeluarga, Pria Ini Kritis seusai Minum Pestisida

Berdasarkan catatannya, jumlah warteg di Jabodetabek sekitar 40 ribu-50 ribu. Ia memperkirakan ada penutupan warteg hingga 50 persen atau sekitar 20 ribu warteg.

Comment

1 comment

News Feed