by

PAN Minta Pemprov DKI Ikuti Satgas COVID untuk Evaluasi Ganjil-Genap

Polda Metro Jaya memastikan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap di Jakarta tetap berlaku seperti biasa pada Senin (7/9). Meski sistem ganjil genap ini menjadi sorotan Satuan Tugas Penangan Covid-19 yang meminta ada evaluasi demi mencegah penularan virus corona.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo membenarkan ganjil genap tetap berlaku meski mendapat sorotan dari Satgas Covid-19.

Baca juga : Gempa Magnitudo 6,9 Guncang Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

Menurut Syafrin ganjil genap tetap berlaku dengan pertimbangan hasil evaluasi jajaran Pemprov DKI.

Penerapan ganjil genap tidak melulu harus dipandang negatif. Kata Suafrin kebijakan ini juga harus dilihat sebagai instrumen pembatasan gerak masyarakat ke suatu tempat yang berpotensi terjadi penularan.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo sebelumnya meminta pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengevaluasi penerapan kebijakan tersebut di tengah pandemi corona. Menurut Doni kebijakan tersebut membuat masyarakat kembali beralih menggunakan angkutan umum yang menimbulkan kerumunan.

Data yang dirangkum, terjadi kenaikan penumpang sebesar 3,5 persen untuk KRL Commuterline dan 6 sampai 12 persen penumpang TransJakarta.

Selain itu, ada temuan BNPB dari 944 pasien di RS Darurat Wisma Atlet, 62 persen merupakan pengguna transportasi umum.

Jumlah ini dikhawatirkan meningkat, mengingat peluang penularan Covid-19 terbuka lebar karena terjadi kerumuman pada penumpang transportasi jika ganjil genap tetap diberlakukan.

Diketahui sistem ganjil genap kembali berlaku di Jakarta sejak Senin (3/8) di 25 ruas jalan di Jakarta. Penerapannya kembali dilakukan karena ada kenaikan jumlah kendaraan bermotor di ibu kota selama PSBB.

Penerapan ganjil genap di 25 ruas jalan Jakarta itu diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020.

Comment

1 comment

News Feed