by

Orangtua Marah Besar lalu Lapor Polisi Anaknya Perankan Video Porno 30 Detik, padahal Masih SMA

Sebuah video asusila berdurasi 30 detik di Palopo, Sulawesi Selatan, viral di media sosial.

Video berisi hubungan suami istri itu diduga dilakukan oleh seorang siswi bersama sang kekasih.

Baca juga : Gunung Sinabung Erupsi, Semburkan Awan Panas 500 Meter

Kasubag Humas Polres Palopo, AKP Edy Sulistiono menyebut kasus tersebut telah dilaporkan oleh orangtua pemeran wanita.

Menurut Edy, orangtua pemeran wanita sangat marah saat mengetahui perbuatan asusila yang dilakukan anaknya.

“Iya orangtua perempuan sudah melapor tadi sekitar jam 3 sore,” ujar Edy, Jumat (2/4/2021).

“Saat ini masih dalam proses penanganan di Reskrim.”

Dalam video itu, tampak sepasang kekasih tengah bermesraan sembari berhubungan layaknya suami istri.

Bahkan, video asusila itu banyak diperbincangkan di Instagram dan Facebook.

Untuk mengusut kasus ini, Edy meminta diberi waktu.

Terduga pemeran pun akan dimintai keterangan.

Sementara itu, ada ancaman hukuman yang bisa menjerat sang penyebar video.

Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi.

Ia mengatakan, aturan tersebut tercantum dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 19 Tahun 2016.

Pasal 27 Ayat 1 UU itu mengatur bahwa seseorang dapat dijerat pasal UU ITE jika menyebarkan dokumen elektronik yang bermuatan konten melangar kesusilaan.

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan,” bunyi Pasal 21 Ayat 1.

Karena itu, penyebar konten asusila dapat dijerat dengan hukuman penjara maksimal 6 tahun atau denda maksimal Rp 1 miliar.

Selain penyebar, orang-orang yang memperbanyak video asusila juga bisa terjerat pidana.

Yakni, hukuman penjara maksimal 12 tahun atau denda paling sedikit Rp 250 juta.

Baca Juga :  Kronologi Oknum Polisi Sumbar Tembak Teman Kencan di Pekanbaru, Pelaku Merasa Ditipu Korban

“Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp 250 juta dan paling banyak Rp 6 miliar,” bunyi Pasal 29.

Comment

1 comment

News Feed