by

Novel Baswedan Minta Terdakwa Penyiraman Air Keras Dibebaskan

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan meminta dua terdakwa, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, dibebaskan.

Novel menyampaikan itu, merespons tidak ada bukti menguatkan yang mampu ditunjukkan dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait korelasi terdakwa dengan peristiwa penyiraman air keras. Ia berujar persidangan yang berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara keterlaluan.

Baca juga : Kasus Kematian Harian Corona Kembali Catat Rekor Tertinggi

Lembaga antirasuah ini berujar, terdapat sejumlah kejanggalan dalam persidangan. Di antaranya adalah pengakuan dalil air aki terdakwa oleh penuntut umum, barang bukti dan saksi penting yang tidak dihadirkan, serta motif serangan sebatas dendam pribadi.

Ia pun mempertanyakan tuntutan ringan jaksa terhadap kedua terdakwa yang hanya satu tahun pidana penjara. Ia menyatakan tuntutan tersebut melukai rasa keadilan baik bagi dirinya sebagai korban maupun masyarakat yang berharap penuh atas penegakan hukum.

Dalam perkara ini, dua polisi penyiram air keras terhadap Novel, yaitu Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, dituntut satu tahun pidana penjara.

Keduanya terbukti menurut hukum secara sah dan meyakinkan bersama-sama melakukan penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu, sehingga menyebabkan Novel mengalami luka berat. Perbuatan itu dilakukan karena terdakwa menganggap Novel telah mengkhianati institusi Polri.

Mereka melanggar Pasal 353 ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana paling lama tujuh tahun penjara.

Sedangkan berdasarkan fakta persidangan, jaksa memandang perbuatan kedua terdakwa tidak terbukti melanggar Pasal 355 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana surat dakwaan. Beleid ini mengatur ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.

Baca Juga :  Viral Soal Corona, Warga Satu Dusun di Sleman Dikucilkan

Comment

1 comment

News Feed