by

Niat Bunuh Ustaz karena Dendam, Pria di Sumenep Keliru Tebas Anak Kecil yang sedang Tidur

Pemuda Uli Abrori alias UA (20) menjadi pelaku pembunuhan terhadap siswa kelas II SD berinisial AT (9).

UA adalah warga Kelurahan Karang Duwe, Kecamatan Kota, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Baca juga : Sidang Putusan Sela Kasus Tes Swab, Rizieq Tiba di PN Jaktim

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (7/3/2021) sekitar pukul 23.00 WIB.

Setelah menangkap pelaku dan diselidiki, polisi menggelar rekonstruksi di area Polres Pamekasan, Senin (5/4/2021).

Tersangka UA dihadirkan langsung dalam rekonstruksi, seperti yang ditayangkan kanal YouTube Surya, Selasa (6/4/2021).

Mulanya UA datang ke rumah korban, yakni Ustaz Mohammad Karimullah (58), warga Dusun Ombul, Desa Taraban, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.

Ia berjalan kaki sambil membawa pedang panjang.

“Adegan pertama tersangka berjalan kaki ke rumah Karimullah dengan sambil membawa pedang,” kata petugas saat rekonstruksi adegan.

Diketahui UA dan sang ustaz pernah bercekcok, sehingga diduga UA sakit hati dengan korban.

Saat sampai di teras rumah Karimullah, UA membuka sarung pedangnya yang bergagang hitam.

UA lalu mendobrak masuk pintu rumah dan menyisir bagian dalamnya.

Pertama ia masuk ke kamar di sebelah kiri dengan mendobrak pintunya, tangan kanannya menodongkan senjata tajam.

Di dalam kamar, ia melihat ada seseorang yang sedang tidur berselimut.

Sosok itu miring ke kanan.

UA menduga sosok itu adalah Karimullah yang hendak dibunuhnya.

Tersangka langsung kalap dan mengayunkan pedangnya ke arah belakang kepala sehingga membuat korban terbangun.

Ia terkejut, ternyata sosok yang baru saja ditebasnya adalah anak Karimullah, AT.

UA merasa kasihan dengan kondisi korban yang sudah terluka parah.

Merasa khawatir AT akan tersiksa meskipun hidup, UA memutuskan menebaskan pedangnya sebanyak tiga kali ke arah leher korban.

Baca Juga :  Lumajang Gempar! Gara-gara Tabungan Rp12.000 Hilang, Tangan Murid Satu Kelas Disulut Korek Api oleh Guru

Setelah selesai menghabisi korban, UA menuju kamar yang satu lagi dan mendobrak pintunya.

Ia menodongkan pedang yang dibawanya.

Namun tidak ada orang sama sekali di kamar tersebut.

UA akhirnya bergegas pulang, sarung pedang yang tertinggal di teras rumah korban turut dibawanya.

Pernah Sakit Hati

Diduga kasus itu dipicu rasa sakit hati UA terhadap Karimullah.

Karimullah sehari-hari bekerja sebagai guru ngaji.

Cekcok itu berhasil ditangani baik-baik melalui mediasi aparat desa.

Selain itu, diketahui bibi UA dan ibu korban, K (42), masih punya hubungan darah.

UA kerap bepergian antara Sumenep-Pamekasan sesuai hobinya mengoleksi barang antik.

Beberapa hari sebelum kejadian, keponakan pelaku yang masih balita tersiram air panas di rumah bibi UA.

Namun UA menuding kejadian itu disebabkan Karimullah.

Ia kembali melabrak Karimullah dan terjadi konflik.

Cekcok itu sampai diselesaikan di rumah kepala desa.

Menurut warga sekitar, UA dikenal memang sosok yang temperamental dan kerap menyimpan dendam.

Ia bahkan pernah mengancam Karimullah, hingga membuat ustaz tersebut ketakutan dan berniat melapor ke Polsek Larangan.

Diketahui sehari sebelumnya UA sempat datang ke rumah korban untuk mencari Karimullah, tetapi yang bersangkutan tidak ada di rumahnya.

News Feed