by

Nasib 2 Pelajar di Gresik yang Hamili Tetangga Penyandang Disabilitas, Warga Kasihan pada Korban

kunciberita.com – Kasus dua pelajar SMK yang tega mengahmili tetangga Desa Masangan, Kecamatan Bungah, Gresik, Jawa Timur akhirnya menemui titik terang.

Dugaan kasus asusila tersebut sempat menyita perhatian lantaran korbannya merupakan wanita penyandang disabilitas mental.

Baca juga : Prabowo Minta Indonesia Pelajari Para Pemimpin China

Kasus tersebut kini dikabarkan berakhir dengan musyawarah dan mufakat secara kekeluargaan.

Pihak-pihak terlibat dipermukan dalam tiga hari musyawarah dan berakhir damai.

Alasan utama permufakatan tersebut didasari antara pelaku dan korban yang masih di bawah umur.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik, dr Adi Yumanto, Senin (16/8/2021).

Tim dari Dinas KBPPPA telah bertemu dengan pihak-pihak terkait itu duduk bersama.

Kedua pelaku dan satu korban yang dalam kondisi hamil dengan usia kandungan lima bulan. Adi mengaku baik kedua pelaku dan korban masih di bawah umur

Oleh sebab itu, diperlukan adanya musyawarah mufakat untuk mencari solusi terbaik. Dalam musyawarah itu, pihak-pihak terkait membahas jalan tengah yang terbaik bagi kasus tersebut.

Termasuk tentang bagaimana nantinya sang jabang bayi yang masih dalam kandungan. Untuk mencapai itu bukan hal gampang.

Perlu mediasi cukup lama hingga para pihak yang terlibat itu saling menerima.

Terhitung, pertemuan sudah berlangsung dalam tiga hari.

Warga Merasa Kasihan pada Korban

Wanita dengan disabilitas mental yang menjadi korban dugaan kasus asusila tersebut diketahui berinisial B.

Sebelumnya, Kepala Desa Masangan, Suyanto sempat membenarkan adanya peristiwa memprihatinkan tersebut di wilayahnya.

Korban dan dua pelajar yang diduga sebagai pelaku merupakan warganya sendiri.

Suyanto menyebutkan, kedua terduga pelaku masih berstatus pelajar SMK tetapi beda sekolah.

Baca Juga :  Cara Dapat Token Listrik Gratis, Mulai 7 Januari 2021 hingga Akhir Maret 2021

Sementara korban berinisial B, berusia lebih tua beberapa tahun dengan kedua terduga pelaku.

Melihat usia kehamilan korban, tindak asusila yang dilakukan pelaku terjadi sekitar awal tahun 2021 lalu.

Suyanto mengaku, kasus dugaan asusila itu muncul dari laporan warga yang merasa kasihan dengan korban.

Kemudian, seorang ketua RT juga melaporkan yang sama.

Kemudian, pihak-pihak terkait dikumpulkan untuk disepakaiti solusi terbaik.

Bahkan, proses mediasi sudah tiga kali terjadi dan tidak kunjung ada titik temu.

Beruntung, Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik akhirnya turun tangan untuk menengahi permasalahan tersebut.

“Baru tiga kali pertemuan belum ada titik temu, Sejauh ini belum ada perkembangan lagi, masih sama seperti kemarin. Kami masih mencari solusi terbaik,” terangnya dikutip dari TribunJatim, Minggu (15/8/2021) kemarin

Comment

News Feed