by

Mitsubishi Terus Merugi, Produk Pajero di Tutup, Pajero Sport di RI Jalan Terus

Presiden Direktur Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Naoya Nakamura penutupan fasilitas produksi Pajero di Sakahogi, prefektur Gifu, Jepang tidak mempengaruhi kegiatan produksi Pajero Sport di Indonesia. SUV Pajero dan Pajero Sport merupakan produk mobil penumpang yang berbeda segmen.

Menurut Nakamura Pajero merupakan Sport Utility Vehicle (SUV) yang menyasar segmen menengah atas. SUV bongsor tersebut bermain di segmen yang diisi Toyota Land Cruiser.

Baca juga : Jenis-Jenis Tanaman Sukulen Indoor yang Paling Cantik

Sementara itu, Pajero Sport merupakan medium SUV dengan kompetitornya di Indonesia yakni Toyota Fortuner, Nissan Terra, dan Isuzu Mux.

Pabrik Mitsubishi di Indonesia memproduksi sejumlah varian Pajero Sport antaranya Dakar 2.400 cc 4×2, Exceed 4×2 2.500 cc, dan Dakar 4×4 2.400 cc. Selain itu pabrik Mitsubishi di Indonesia juga memproduksi kendaraan niaga L300, Xpander, dan satu produk Nissan Livina.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) terpantau produksi Dakar 2.400 cc 4×2 hanya berjumlah 1.562 unit (Januari-April), Exceed 4×2 2.500 cc (Maret-April) 90 unit, dan Dakar 4×4 2.400 cc sebanyak 113 unit.

Kabar mengenai Pajero ‘disuntik mati’ diperoleh melalui justauto yang mendapat informasi dari sumber internal Mitsubishi.

Disebutkan Pajero berhenti diproduksi mulai 2021, sementara pabrik Mitsubishi di Sakahogi, prefektur Gifu, Jepang tutup sepenuhnya pada 2023. Selain Pajero, pabrik tersebut juga memproduksi model lain, Delica dan Outlander.

Informasi dikabarkan imbas dari permintaan mobil-mobil tersebut tak memuaskan. Dikatakan 900 pekerja pada pabrik itu dialokasikan ke pabrik Mitsubishi Jepan lain.

Pabrik di Sakahogi juga mampu menghasilkan 130 ribu unit per tahun, namun kapasotas itu telah berkurang lebih dari setengahnya sejak tahun fiskal pada 2019.

Comment

1 comment

News Feed