by

Meski Andalkan Vaksin dari Tiongkok, Tapi RI Tetap Tegas soal LCS

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan kerja sama vaksin corona dengan China tidak akan mempengaruhi posisi Indonesia di Laut China Selatan (LCS).

Dia menegaskan bahwa kerja sama vaksin dan posisi Indonesia atas LCS adalah dua hal berbeda. Menurutnya, dalam hal kerja sama vaksin, Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang diuntungkan dari kerja sama tersebut.

Baca juga : Akhirnya, Toyota Umumkan Peluncuran New Fortuner dan New Kijang Innova!

Saat ini, Indonesia tengah bekerja sama dengan Bioteknologi Sinovac China dalam uji coba tahap akhir dari kandidat vaksin Covid-19 yang telah memasuki uji klinis fase tiga.

Selain itu, Indonesia juga bekerja sama dengan perusahaan China lainnya, Sinopharm, untuk memastikan 260 juta warga Indonesia dapat menerima vaksinasi.

Indonesia bukanlah negara penggugat di LCS, tapi Jakarta beberapa kali bersitegang dengan China atas hak penangkapan ikan di sekitar Kepulauan Natuna, di bagian selatan perairan yang disengketakan itu.

Tahun ini, dalam beberapa kesempatan Retno menegaskan kembali bahwa Indonesia bukanlah pihak yang bersengketa di wilayah LCS dan peta sembilan garis putus-putus yang digunakan China sebagai dasar klaimnya di perairan tersebut tidak memiliki dasar hukum internasional.

Di tengah situasi pandemi, baru-baru ini terdapat tanda-tanda ketegangan di LCS.

Bahkan, di awal munculnya pandemi pada Desember 2019, kapal nelayan China mulai memasuki perairan Natuna. Imbasnya, Retno harus memanggil Duta Besar China di Jakarta.

Indonesia kemudian mengerahkan kapal perang dan jet tempur ke Natuna. Setelah beberapa hari stand-off dan kunjungan Presiden Jokowi ke daerah itu, kapal-kapal China itu pun meninggalkan daerah tersebut.

Meski sempat pergi, cengkeraman China di LCS kembali lagi. China disebut menggunakan taktik dan manuver baru demi memperkuat klaim sepihaknya terhadap perairan sengketa itu.

Baca Juga :  Kiamat Sudah Dekat, Alasan Baru Perempuan Jadi Teroris

Taktik baru itu disebut sejumlah pengamat dapat menempatkan Indonesia dan Malaysia dalam posisi tertekan. Hal itu bahkan bisa menyulut konflik antara China dengan Indonesia dan Malaysia-dua negara besar di kawasan Asia Tenggara.

Menanggapi situasi terkini di perairan Natuna, Retno mengatakan kapal dari negara lain bisa saja berada di ZEE Indonesia, jika memang hanya lewat. Tapi dia tidak mengizinkan jika kapal asing berada di sana untuk melakukan klaim teritorial.

Comment

1 comment

News Feed