by

Kucing Ternyata Simpan Parasit Berbahaya, Bisa Ubah Orang Jadi Zombie?

Kucing adalah salah satu hewan yang umum dipelihara manusia. Namun, siapa sangka hewan lucu tersebut bisa menyimpan parasit berbahaya yang bisa memanipulasi otak manusia.

Pada 1 Oktober 2020, sekelompok ilmuwan dari Imperial College London menerbitkan studi dalam jurnal Trends in Parasitology yang membahas potensi ancaman parasit tersebut bagi kesehatan jiwa manusia.

Baca juga : Instagram Perketat Aturan Iklan setelah Facebook

Para peneliti berargumen bahwa parasit kucing tersebut, yang bernama Toxoplasma gondii, merupakan ancaman yang diremehkan dunia. Toxoplasma gondii sendiri adalah parasit protozoa yang menyerang jaringan dan sel inang.

Organisme bersel tunggal ini sebelumnya diketahui menyebabkan penyakit toksoplasmosis. Menurut catatan Institut Kesehatan Nasional AS (NIH), toksoplasmosis umumnya tak menyebabkan gejala.

Namun, penyakit ini dapat mengganggu tumbuh kembang janin jika menginfeksi ibu hamil. Nah, studi dari Imperial College London menemukan bahwa parasit itu juga dapat menyebabkan gangguan neuropsikiatri bagi manusia. Neuropsikiatri sendiri adalah cabang kedokteran yang mempelajari gangguan kejiwaan yang disebabkan oleh penyakit dalam sistem saraf.

Para ilmuwan memaparkan, penelitian pada 1950-an mengungkap bahwa Toxoplasma gondii dapat menjadi penyebab skizofrenia. Bukti terbaru juga menghubungkan parasit dengan penyakit seperti penyakit Alzheimer, gangguan bipolar, epilepsi, dan gangguan obsesif-kompulsif.

Mereka memperkirakan bahwa parasit ini menyebabkan hampir 150.000 hingga 300.000 kasus skizofrenia. Toxoplasma gondii juga menyebabkan 500.000 hingga 2,9 juta upaya bunuh diri non-fatal.

Tak hanya itu, para peneliti menemukan Toxoplasma gondii dikaitkan dengan perilaku adiktif dan obsesif karena mempengaruhi kadar serotonin dan dopamin. Serotonin sendiri adalah hormon yang mengatur mood, perilaku, nafsu makan, dan fungsi lainnya. Adapun dopamin adalah hormon yang mempengaruhi bagaimana kita merasakan kesenangan.

Lebih lanjut, tim peneliti juga menemukan data bahwa pasien epilepsi dari sub-Sahara Afrika ternyata positif terinfeksi Toxoplasma gondii. Dalam data tersebut, keberadaan Toxoplasma gondii lebih tinggi dibandingkan dengan parasit lainnya yang diasosiasikan dengan epilepsi, seperti Onchocerca volvulus and Toxocara canis.

Baca Juga :  Ketahui Alasan Variasi Menu Makanan Penting bagi Pertumbuhan Anak

Menurut laporan Live Science, beberapa penelitian menduga bahwa Toxoplasma gondii mungkin saja mengeluarkan molekul yang entah bagaimana mengubah otak.

Penelitian lain berpikir parasit itu menyebabkan kista otak yang mengganggu produksi dopamin. Adapun penemuan di jurnal mBio pada 2019 mengemukakan gagasan lain, bahwa Toxoplasma gondii memicu peradangan pada otak hewan pengerat, yang pada gilirannya dapat mengubah perilaku dan fungsi otak.

Comment

1 comment

News Feed