by

Kerap Melamun seperti Kerasukan, Pria Ini Gorok Leher Ayah Hanya karena Dibangunkan dari Tidur

Seorang anak di Kampung Sayang Kaak RT 02/05, Desa Nyalindung, Kecamatan Cugeneng, Cianjur, Jawa Barat, tega menebas leher ayah kandungnya hingga tewas, Kamis (1/4/2021).

Jumat (2/4/2021), aksi kejam itu dilakukan AS (21) karena kesal dibangunkan oleh sang ayah, Rudi (50).

Baca juga : Viral Aksi Koboi Duren Sawit, Pengemudi Fortuner Ditangkap

Diduga, AS dibangunkan untuk bergantian jaga toko dengan ayahnya. Selama ini, korban memiliki usaha toko alat pancing.

Namun, ternyata AS merasa terganggu saat dibangunkan korban.

Pelaku langsung mengambil golok dan menebaskannya leher sang ayah.

Rudi pun tergeletak tak berdaya bersimbah darah seusai tiga kali dibacok pelaku. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit.

Sayangnya, nyawanya tak tertolong karena luka berat yang dialami.

“Awalnya korban membangunkan anaknya untuk menggantikannya menjaga toko pancing milik korban. Korban mungkin terganggu tidurnya dan kesal,” ujar Kapolsek Cugenang, Kompol L Woro Wuriani, Kamis (1/4/2021).

“Tersangka pun membawa golok dari rumah dan melakukan penganiayaan kepada orang tuanya sendiri saat duduk.”

Seusai mendapat laporan dari warga, polisi langsung bergerak ke lokasi kejadian.

Dari penyelidikan, polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah golok yang digunakan pelaku.

“Saat ini masih kami dalami apa motif dari tersangka melakukan penganiayaan hingga menghilangkan nyawa orang tuanya,” kata Woro.

Tak lama seusai kejadian, AS diringkus polisi.

Hingga kini, polisi masih mendalami kondisi kejiwaan AS. Saat diperiksa polisi, AS lebih banyak diam.

Sementara itu, Panit I Reskrim Polsek Cugenang, Darsono menyebut korban mengalami luka parah di leher.

“Korban saat ini akan segera dilakukan autopsi, lehernya hampir putus karena digorok,” jelas Darsono, Kamis (1/4/2021).

“Hanya saja, informasi sementara yang kami terima, pelaku yang merupakan anak korban mengalami ganguan jiwa.”

Baca Juga :  2 Kali Menjanda, Wanita Ini Jadi PSK dan Minta Ibu Carikan Pelanggan untuk Penuhi Kebutuhan Biologis

Di sisi lain, adik kandung AS, Asep Badri (15), menyebut pelaku kerap melamun sepulang berguru dari Banten.

“Saya melihat kakak saya masih sering melamun, terakhir saya pulang ke rumah dari pesantren pada Selasa kemarin,” jelas Asep, Jumat (2/4/2021).

Asep mengaku tak menyangka AS tega menebas leher ayahnya hingga tewas. Pasalnya, selama ini tak ada masalah di antara pelaku dan korban.

“Ia hanya sering melamun sudah ada sebulan, awalnya pulang dari Banten, saat di perjalanan pulang dari Banten ada yang bilang bahwa kakak saya seperti kemasukan, makanya ia sering melamun,” ucapnya.

“Pas kejadian juga awalnya sorenya mau berobat ke ustaz mau dilihat soal kebatinannya, namun keburu kejadian seperti ini.”

Comment

1 comment

News Feed