by

Kemenperin Dorong Industri Farmasi Tekan Impor Bahan Baku

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri farmasi dan alat kesehatan menjadi sektor yang mandiri dengan mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Terlebih, sektor industri farmasi dan alat kesehatan masuk dalam kategori high demand di tengah pandemi covid-19.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan kemampuan industri farmasi di Indonesia saat ini ditopang oleh 220 perusahaan. Namun, 90 persen dari perusahaan farmasi tersebut fokus di sektor hilir dalam memproduksi obat-obatan.

Baca juga : Berawal Viral, Mesir Bekuk Terduga Predator Seksual Berantai

Dengan jumlah perusahaan di sektor hulu yang terbatas, sebagian besar bahan baku untuk industri hilir obat-obatan masih dipenuhi lewat impor.

“Pemerintah terus berupaya untuk menekan impor pengadaan bahan baku khususnya di sektor hulu industri farmasi,” ujar Agus dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (5/7).

Lebih lanjut, untuk mengurangi impor bahan baku dibutuhkan kerja sama yang erat dengan kementerian dan lembaga lain dalam menghasilkan regulasi dan kebijakan yang dapat menghadirkan ekosistem industri yang kondusif.

“Diharapkan melalui ekosistem industri yang mendukung ini, sektor industri farmasi nasional dapat lebih mandiri, berdaya saing dan memenuhi kebutuhan bahan bakunya dari dalam negeri,” imbuhnya.

Saat ini, terjadi peningkatan signifikan pada produksi coverall/protective suite, surgical gown dan surgical mask. Berdasarkan data yang dihimpun Kemenperin dan Kementerian Kesehatan, terjadi surplus produksi sampai Desember 2020 sebesar 1,96 miliar buah untuk masker bedah, kemudian 377,7 juta buah masker kain, sebanyak 13,2 juta buah pakaian bedah (gown/surgical gown), dan 356,6 juta buah untuk pakaian pelindung medis (coverall).

Untuk itu, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 57 Tahun 2020. Regulasi ini memberikan kesempatan bagi pelaku industri TPT untuk melakukan ekspor produk alat pelindung diri seperti masker bedah, pakaian pelindung medis, dan pakaian bedah.

Comment

1 comment

News Feed