by

Donald Trump Kepedean, Ngaku Layak Jadi Presiden Amerika Serikat Selama Tiga Periode

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengklaim bahwa dia pantas untuk menjadi presiden Negeri Paman Sam selama tiga periode.

Melansir Business Insider, Selasa (15/9), Trump mengatakan hal ini kepada peserta kampanye terbuka pemilihan presiden di Negara Bagian Nevada.

Baca juga : Harga Emas 15 September Naik Rp6.000, Naik ke Level Rp1,037 Juta per Gram

Dalam kampanye terbuka itu, Trump mengeluh kepada para pendukungnya bahwa dia kerap merasa diperlakukan tidak adil dibandingkan dengan para pendahulunya. Dia merujuk pada penyelidikan dugaan keterlibatan Rusia dalam mengganggu kampanye mantan pesaingnya, Hillary Clinton, dan pemakzulan.

Pada pertengahan Desember 2019, Dewan Perwakilan AS yang anggotanya mayoritas dari Partai Demokrat merekomendasikan untuk memakzulkan Trump. Dia tercatat sebagai pemimpin Amerika Serikat ketiga yang menghadapi proses pemakzulan.

Dalam jajak pendapat yang berlangsung saat itu, sebanyak 230 anggota DPR sepakat memakzulkan Tump karena dinilai menyalahgunakan kekuasaan. Selain itu dia juga dinilai merendahkan kewenangan Kongres.

Akan tetapi, usulan itu kandas di tangan Senat yang anggotanya mayoritas dari Partai Republik yang mendukung Trump.

Keinginan Trump untuk menjadi Presiden AS dalam tiga periode bukanlah yang pertama kali muncul. Dia diketahui pernah mengucapkannya beberapa kali.

Pada Agustus lalu dalam kampanye terbuka di Oshkosh, Wisconsin, Trump menyatakan akan menjabat sebagai presiden hingga periode ketiga.

Selanjutnya bulan November 2018, Trump mengatakan kepada pembawa acara stasiun televisi Fox News, Chris Wallace, bahwa dia tidak akan meminta amandemen undang-undang dasar untuk mengizinkannya menjalani lebih dari dua masa jabatan.

Sebab di dalam konstitusi AS, masa jabatan seorang presiden dibatasi hanya selama dua periode.

Trump kemudian diketahui pernah memuji Presiden China, Xi Jinping. Pujian dilontarkan Trump lantaran pemimpin tertinggi di Negeri Tirai Bambu itu telah mengubah batasan masa jabatan presiden di China.

Comment

1 comment

News Feed