by

Diwarnai Ancaman, Diskusi Papua Teknokra Unila Tetap Digelar

Pegiat Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Teknokra Universitas Lampung (Unila) mengaku mendapat ancaman dari oknum tak dikenal ketika hendak mengadakan diskusi daring bertema “Diskriminasi Rasial Terhadap Papua” pada Kamis (11/6) malam. Ancaman dan teror telah diadukan ke kepolisian. Sementara diskusi online tetap digelar.

Teror itu dialami Pemimpin Redaksi Teknokra Unila yang menjadi moderator seminar Mitha Setiani Asih dan Pemimpin Umum Teknokra Chairul Rahman Arif yang menjadi narahubung dalam poster undangan diskusi tersebut.

Chairul mengatakan pihaknya telah mengadukan insiden teror tersebut ke Polda Lampung.

Baca juga : PA 212 Anggap Prabowo Tak Perlu jadi Capres Lagi di 2024

Chairul mengatakan pihaknya tetap menggelar acara diskusi tersebut tanpa ada perubahan narasumber maupun skema kegiatan yang dilangsungkan.

Chairul menjelaskan ancaman itu dialami pada 10 Juni 2020, atau sehari sebelum kegiatan digelar. Chairul mendapat panggilan telepon dari nomor tidak dikenal untuk menanyakan tempat kegiatan diskusi.

Dia juga mendapat pesan ancaman berupa hasil tangkapan layar identitas lengkap dalam bentuk e-KTP miliknya. Tangkapan layar itu, disertai pesan bernada ancaman agar pihaknya tidak menggelar kegiatan diskusi.

Di sisi lain, kegiatan itu juga tidak mendapat restu dari pihak rektorat kampus. Dia sempat dipanggil oleh Wakil Rektor III Unila untuk menunda kegiatan diskusi tersebut. Selain itu, pihaknya juga diminta menambah narasumber dalam diskusi karena dinilai tidak berimbang.

Dihubungi secara terpisah, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra membenarkan ada aduan dari mahasiswa Unila. Menurutnya Polda Lampung bakal menindaklanjuti setiap bentuk pengaduan yang diterima.

Dia mengatakan para mahasiswa tersebut masih membuat pengaduan sehingga belum mendapat nomor laporan polisi. Nantinya, pihak kepolisian akan memulai penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi dan juga mengumpulkan sejumlah barang bukti.

News Feed