by

Diduga Cekcok Masalah HP, Pemuda di Medan Tikam Berkali-kali Ayah dan Kakak Kandungnya hingga Tewas

kunciberita.com – Peristiwa memilukan itu membuat warga Jalan Wakaf, Lingkungan X/XV, Desa Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Medan, Sumatera Utara terpana.

Seorang remaja A (21) dikaitkan dengan telah memotong dua individu dari keluarganya sendiri sampai mati. Korbannya adalah S (50) dan R yang sebenarnya adalah ayah dan saudara kandung pelaku.

Baca juga : Diduga Depresi, Pria Muda di Cengkareng Tikam Ayah Kandungnya yang Berusia 70 Tahun, Sempat Cekcok

Jalan Wakaf Susana, Kelurahan X/XV, Desa Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, kawasan pembunuhan yang diajukan seorang anak terhadap ayah dan adiknya, Sabtu (28/8/2021).

Sesuai pengakuan penghuni, S sang meninggal karena berbagai luka sayat di perut.

Kondisi komparatif juga diduga mampu dilakukan oleh R, saudara kandung pelaku. Polsek Medan Barat yang datang ke lokasi dengan cepat menangkap para pelaku dan mengusut kasus tersebut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Medan Barat, AKP Prastyo menjelaskan, dua korban tewas dibunuh oleh pelaku dengan menggunakan pisau tajam.

Bagaimanapun, polisi masih mengarahkan interaksi pemeriksaan untuk memutuskan niat dugaan dan urutan kejadian yang sebenarnya.

Kejadian tersebut terjadi di rumah orang yang bersangkutan dan pelakunya pada Sabtu (28/8/2021) sekitar pukul 19.05 WIB.

Kedua korban ditemukan tewas dalam kondisi berlumuran darah dengan luka robek. Dari data lain, S dikabarkan pernah mengalami berbagai luka sayat di bagian tengah dan dada serta punggung.

Sementara itu, korban R, mengalami banyak luka sobek di sekujur tubuhnya.

“Ada sekitar 15 luka sayat di perut korban,” kata Prastyo. Pelakunya langsung ditetapkan sebagai tersangka. Selain mendapatkan A, polisi juga mendapatkan bukti berupa dua potong dapur yang diduga digunakan tersangka untuk membunuh ayah dan saudara kandungnya.

Baca Juga :  Kerap Melamun seperti Kerasukan, Pria Ini Gorok Leher Ayah Hanya karena Dibangunkan dari Tidur

Untuk interaksi anumerta, barang bukti kedua korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan.

Diduga Cekcok Masalah HP

Berdasarkan data yang dihimpun Tribun-Medan.com, An rupanya sempat berselisih paham dengan saudara kandungnya yang lebih kawakan sebelum terjadi pemotongan.

Hal itu diketahui oleh teman dekat tersangka, Iam, saat ditemui di lokasi kejadian. Ditegaskan, A mengeluhkan masalah keluarga yang dialaminya beberapa waktu lalu.

Konon kabarnya spekulasi tersebut sempat diperdebatkan karena adiknya, R, telah menggadaikan ponsel ibunya.

“Sempat tawuran dengan saudaranya karena HP ibunya digadaikan oleh saudaranya, itu hanya sebentar sebelumnya,” kata pendamping saya A, Sabtu (28/8/2021).

Tersangka dan korban R konon terlibat perkelahian. An marah karena ponsel ibunya digadaikan, memaksa R untuk mengembalikannya dalam waktu 24 jam.

Jika ponselnya tidak kembali, A mengakui bahwa dia benar-benar harus mengalahkan saudaranya.

“Gak lama kok, Kak. Ketika Anda masuk ke medan pertempuran, Anda bilang ‘kalau Anda tidak kembali 24 jam, aku akan menghajarmu’, kataku menirukan kata-kata A.

Comment

News Feed