by

Bisnis yang Sempat Datangkan Untung Besar Lalu Redup

Beberapa jenis usaha sempat naik daun di tengah pandemi covid-19. Namun sebagaimana lazimnya bisnis, tak semuanya bisa bertahan dan terus-menerus untung.

Beberapa di antaranya gagal karena tak bisa mengembangkan produk dan beradaptasi mengikuti tren konsumsi masyarakat. Sementara lainnya tetap bertahan karena belum adanya tren baru dan bisa beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.

Baca juga : Bisa Dipesan dan Kirim 12 November, Harga PS5 Mulai Rp6 Juta

Hal ini tak hanya terjadi di masa pandemi melainkan juga pada tahun-tahun sebelumnya dan mungkin yang akan datang. Berikut beberapa jenis usaha yang sempat digandrungi publik kemudian redup.

1. Masker dan hand sanitizer

Seperti diketahui, pandemi covid-19 sempat membuat harga masker dan hand sanitizer melonjak drastis. Hal ini tak hanya disebabkan terbatasnya pasokan dua produk tersebut melainkan juga perliaku penimbunan yang dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab.

2. Es Kepal Cokelat

Tak bisa dipungkiri, bisnis makanan dan minuman memang paling cepat mengalami perubahan tren. Salah satu yang sempat viral dan membawa cuan bagi pebisnisnya adalah es kepal cokelat.

3. Tanaman Anthurium

Tanaman yang masuk dalam keluarga Araceae ini memiliki daun indah dan sekitar seribu jenis. Beberapa di antaranya yang paling digemari adalah anthurium Jenmanii, Gelombang Cinta, dan Hookeri.

4. Sepeda

Selama pandemi Covid-19 sepeda tiba-tiba kembali digandrungi masyarakat. Sebelumnya bisnis ini sempat populer pada tahun 2011-2014 dengan maraknya penggunaan sepeda jenis fixie serta sepeda lipat di jalan-jalan.

5. Gelang Power Balance

Meski tak terbukti manfaat serta khasiatnya, barang ini sempat tren dan digunakan banyak orang pada kurun 2010-2012. Awalnya, gelang ini dipakai oleh para selebriti dan atlet di berbagai negara untuk meningkatkan kemampuannya.

Meski demikian berdasarkan keterangan Australian Competition and Consumer Commission (ACCC) khasiat gelang power balance adalah palsu dan tren gelang ini pun meredup pada kedip 2011.

Comment

1 comment

News Feed