by

Bisnis Otomotif Astra Tersungkur, Laba Surut 68 Persen

Bisnis otomotif Astra International mengalami pukulan cukup dalam selama 2020 imbas meluasnya corona (Covid-19) di Tanah Air. Menurut laporan perusahaan, laba bersih khusus otomotif pada tahun kemarin turun 68 persen dibanding 2019.

Laba bersih sektor otomotif Astra selama 2020 berhenti pada angka Rp2,7 triliun, sementara pada periode 2019 mencapai Rp8,3 triliun.

Baca juga : Thailand Bantah Dukung Militer Myanmar yang Melakukan Kudeta

Astra memiliki berbagai anak perusahaan di sektor otomotif mobil dan sepeda motor, di antaranya Toyota, Daihatsu, Isuzu, BMW, Honda (motor), dan lainnya.

“Hal tersebut mencerminkan penurunan volume penjualan secara signifikan. Setelah mengalami kerugian bersih pada kuartal kedua, divisi otomotif Grup kembali mencatatkan keuntungan pada semester kedua tahun 2020, setelah adanya pelonggaran penerapan langkah-langkah penanggulangan pandemi,” tulis Astra dalam laporannya, dikutip Kamis (25/2).

Astra menyebutkan penurunan tersebut sejalan dengan penjualan mobil nasional yang turun 48 persen menjadi 532 ribu unit pada 2020. Sedangkan penjualan mobil Astra pada periode tersebut menurun 50 persen menjadi 270 ribu unit.

Kemudian penjualan roda dua secara nasional menurun 44 persen menjadi 3,663 juta unit pada 2020. Penjualan Astra atas motor Honda juga surut 41 persen jadi 2,892 juta unit.

Tak hanya itu bisnis Astra pada bisnis komponen otomotif juga mengalami dampak.

Disebutkan bisnis komponen otomotif grup dengan kepemilikan 80 persen PT Astra Otoparts Tbk mencatat penurunan laba bersih dari Rp740 miliar menjadi Rp2 miliar pada 2020.

“Terutama disebabkan penurunan pendapatan dari segmen pabrikan, pasar suku cadang pengganti dan segmen ekspor,” tulis Astra.

Baca Juga :  Menperin Minta Sri Mulyani Bebaskan Pajak Pembelian Mobil Baru

Comment

1 comment

News Feed