by

Biak Papua Jadi Lokasi Pembangunan Bandara Antariksa

Menristek dan Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro berharap Indonesia dapat membangun stasiun peluncuran roket atau bandara Antariksa ke luar angkasa. Dia mengatakan hal itu lebih menguntungkan daripada hanya menciptakan roket.

Indonesia merupakan negara yang paling strategis untuk meluncurkan roket, misalnya membawa satelit ke luar angkasa karena berada di garis khatulistiwa. Sebab, dia berkata roket lebih mudah mencapai ke orbit jika diluncurkan dari garis khatulistiwa.

Baca juga : Dinyatakan Sembuh dari COVID-19, Mantan PM Italia Silvio Berlusconi Keluar dari RS

Bambang menyebut pulau Biak, Papua adalah salah satu wilayah yang paling potensial untuk dijadikan bandara antariksa. Sebab, Biak sangat dekat dengan garis khatulistiwa, yakni -1.

Saat ini, Bembang menuturkan stasiun antariksa hanya dimiliki oleh negara maju, seperti Amerika Serikat, Rusia, Perancis, China, dan India. Namun, dia mengatakan stasiun peluncuran antariksa di negara tersebut jauh dari garis khatulistiwa.

Di sisi lain, Bambang menyampaikan nilai ekonomi antariksa global diproyeksikan akan meningkat menjadi lebih dari US$1 triliun per tahun pada 2040. Sehingga, dia menilai hal itu sangat menguntungkan jika Indonesia bisa berpartisipasi dalam sektor tersebut.

Tak hanya bandara antariksa, Bambang menyampaikan industri roket dan satelit nasional harus terus difokuskan. Namun, dia tidak mengelak penguasaan teknologi roket dan satelit bukan hal yang mudah.

Lebih dari itu, Bambang menyampaikan Indonesia tidak boleh lagi menjadi konsumen di sektor ekonomi. Dia berharap Indonesia bisa menjadi produsen di dalam industri antariksa.

Comment

1 comment

News Feed