by

Ayo Jauhi Gula di Masa Pandemi Virus Corona, Mengapa?

Saat stres terlebih selama masa pandemi Covid-19, orang kerap melarikan diri pada sesuatu yang bisa menimbulkan rasa nyaman. Makanan serba manis dan kaya karbohidrat jadi salah satu yang membuat diri lebih kalem.

Namun perlu diingat, konsumsi gula terus-menerus dan berlebihan justru berpotensi mendatangkan hal buruk.

Baca juga : Kontes Imajinasi NASA Dibuat Memimpin Misi ke Bulan untuk Siswa

Linda Van Horn, direktur divisi nutrisi di Northwestern University Feinberg School of Medicine menjelaskan, asupan gula yang terlalu tinggi berhubungan dengan sindrom metabolik juga risiko penyakit kardiovaskular.

1. Melatih lidah

Rasa manis memang menyenangkan lidah. Nafsu makan tidak terganggu dan dijamin makanan atau minuman kandas disantap. Rasa manis rupanya soal kebiasaan. Sebenarnya Anda bisa membiasakan lidah dengan sesuatu yang ‘less sugar‘.

2. Coba pemanis alami

Rasa manis tidak harus diperoleh dari gula pasir atau jenis pemanis tambahan lain. Saat mengonsumsi yogurt tawar, rasa manis tidak harus berasal dari sirup cokelat. Coba tambahkan potongan buah.

3. Batasi minuman berpemanis

Minuman berpemanis yang dimaksud di sini termasuk soda, minuman berenergi dan, minuman rasa buah dalam kemasan. Bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsi sama sekali, tapi kurangi. Jika biasanya setiap hari minum, coba kurangi jadi dua hari sekali dan lama-kelamaan akan makin jarang.

4. Kopi dan teh tanpa gula

Kopi dan teh sebenarnya tidak berkontribusi pada kenaikan kadar gula darah. Anda patut melihat gula atau bahan tambahan pada kedua minuman ini. Terlebih, kini ada beragam kreasi minuman kopi dan teh baik ditambah gula aren, karamel, atau cream cheese.

5. Nikmati buah sebagai dessert

Makanan penutup atau dessert tidak harus berupa kue, cake, puding cokelat tetapi bisa berupa buah potong. Bahkan dengan cara pengolahan berbeda, buah-buahan jadi lebih lezat disantap.

6. Ingat soal gula ‘tersembunyi’

Gula tidak selalu hadir pada makanan yang Anda anggap manis. Sebenarnya ada gula pada saus, roti, bumbu-bumbu tambahan dan dressing salad.

7. Cek label kemasan

Salah satu cara mengontrol asupan gula harian adalah dengan mengecek label kemasan makanan. Ini akan membantu Anda menghitung budget gula harian.

Gula tambahan tidak selalu menyandang nama ‘gula’ atau ‘glukosa’ tapi seperti agave, brown sugar, pemanis jagung (corn sweetener), sirup jagung (corn syrup), dekstrosa (dextrose), sari tebu evaporasi, fruktosa, konsentrat jus buah, nektar buah, madu, laktosa, sirup malt, maltosa, molase, sirup maple, dan sukrosa.

Perlu menjadi catatan bahwa biasanya bahan-bahan ditulis urut dari yang terbanyak. Jadi makin awal gula-gula ini disebut, makin tinggi kandungannya.

Comment

1 comment

News Feed