by

AS Buka Pesan Rahasia soal Dugaan Covid-19 dari Lab China

Departemen Luar Negeri AS membuka kabel diplomatik 2018 yang mencatat bahwa Institut Virologi Wuhan (IVW) di China, kekurangan teknisi dan penyelidik terlatih untuk mengoperasikan laboratorium dengan tingkat pengamanan tinggi.

Kawat diplomatik atau kabel diplomatik yang dimaksud adalah pesan rahasia yang dikomunikasikan dalam misi luar negeri dengan pemerintah.

Baca juga : Kasus Sembuh Harian Covid-19 Cetak Rekor, Capai 2.133 Orang

Kawat diplomatik tersebut menguatkan dugaan AS terkait asal muasal virus corona (covid-19) dari laboratorium Wuhan, China.

Minggu (19/7), kawat diplomatik berusia dua tahun yang bocor pada awal tahun ini memberikan dugaan bahwa virus corona kemungkinan berasal dari laboratorium tersebut lalu menyebar ke banyak tempat.

Dugaan ini sebelumnya disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump. 

Pertama, kawat diplomatik Januari 2018 yang diperoleh Washington Post menyebut ada hubungan antara WIV dengan University of Texas Medical Branch di Galveston. Informasinya, lembaga yang berbasis di AS itulah yang melatih teknisi untuk bekerja di WIV.

Kedua, kabel diplomatik April 2018 menyatakan bahwa para ahli dari Prancis telah memberikan pelatihan dan bimbingan keamanan pada laboratorium yang dimaksud. Pelatihan dikabarkan akan berlanjut. 

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan bahwa virus corona yang kini mewabah ke seluruh penjuru dunia berasal dari laboratorium WIV dan lolos hingga akhirnya menyebar.

Tidak hanya itu, Pompeo juga menuding Pemerintah China telah gagal membendung pandemi virus corona.

Negeri Tirai Bambu juga dianggap tidak transparan dalam memberikan informasi soal perkembangan virus corona. Namun, penilaian dari para ilmuwan dan sekutu intelijen AS menyatakan tidak mungkin virus itu berasal dari laboratorium. 

Saat ini, komunitas intelijen AS mengatakan mereka sedang mencari kedua kemungkinan tersebut.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organizations/WHO) mencatat ada 259 ribu kasus baru virus corona di dunia per Sabtu (18/7). 

Secara total, ada 13,87 juta kasus virus corona. Dari jumlah itu, 593 ribu orang meninggal dunia.

Comment

1 comment

News Feed