by

Alasan Mengapa Waktu Cepat Berlalu Saat Bahagia dan Melambat Ketika Bosan

Hampir semua orang pasti pernah merasakan betapa lambat atau cepatnya waktu berlalu. Waktu berjalan lambat ketika Anda merasa bosan, melakukan rutinitas normal, atau marah, sebaliknya saat merasa senang, waktu berjalan begitu cepat sementara Anda tak ingin waktu cepat berlalu.

Pepatah kuno “waktu berlalu saat Anda sedang bersenang-senang” atau time flies.

Baca juga : Jelang MotoGP Catalunya, Rossi Tak Masalah Jika Dikalahkan Murid

Kok bisa? padahal setiap harinya, jam berdetak konstan, tak lebih cepat atau lambat, dan satu hari 24 jam, 1 jam 60 menit.

Menurut studi terbaru, hal ini disebabkan oleh aktivitas neuron di bagian otak ‘supramarginal gyrus.’

Ketika Anda benar-benar asyik dengan sesuatu, otak mengantisipasi “gambaran besar” dan melihat baik cakrawala dekat maupun jauh, yang membuat waktu seolah berlalu begitu saja, kata Shadlen.

Tapi saat Anda bosan, Anda mengantisipasi cakrawala yang lebih dekat seperti akhir kalimat, bukan akhir cerita; cakrawala ini tidak bersatu secara keseluruhan, dan waktu terus berjalan.

Menurut sebuah studi baru dari sepasang ilmuwan di University of California, Berkeley, neuron sensitif waktu di otak kita menjadi “lelah” dari tugas-tugas tertentu, akibatnya persepsi kita tentang waktu berubah.

Menurut penelitian, yang diterbitkan dalam Journal of Neuroscience, neuron di bagian ‘supramarginal gyrus’ otak, yang memproses sentuhan dan ucapan, menjadi lelah ketika berulang kali terpapar rangsangan dalam durasi yang tetap.

Namun, karena neuron di bagian lain otak terus bekerja seperti biasa, persepsi kita tentang waktu pun bergeser.

Untuk mengujinya, peserta penelitian – 18 pria dan wanita berusia antara 18 dan 27 – menjalani pemindaian otak saat mereka menyelesaikan tugas di komputer.

Untuk memulainya, mereka diperlihatkan “adaptasi visual” (alias lingkaran abu-abu) untuk jangka waktu tertentu. Setelah mereka menyelesaikan langkah ini sebanyak 30 kali, mereka kemudian ditunjukkan stimulus uji untuk jumlah waktu yang berbeda dan diminta untuk menebak berapa lama itu berlangsung.

Baca Juga :  Game Mengasah Otak yang Rekomended dan Wajib Dicoba

Ketika Anda masih kecil, segala sesuatu tampak baru, dan dengan demikian otak Anda membangun jaringan yang padat untuk mengingat peristiwa dan pengalaman itu.

Namun, sebagai orang dewasa, Anda telah melihat lebih banyak lagi, jadi peristiwa ini tidak mendorong terciptanya kenangan semacam itu. Jadi, Anda melihat kembali masa muda Anda dan berkata, “Ke mana perginya waktu itu?”

Comment

1 comment

News Feed