by

7 Tanaman Hias yang Menyaring Udara Dalam Ruangan

Selain berfungsi sebagai dekorasi alami di rumah, tanaman hias juga berfungsi menyaring udara dari polutan dan racun lainnya agar menjadi lebih bersih ketika dihirup.

Banyak orang yang tidak mendapatkan udara bersih saat keluar rumah akibat terpapar polusi jalanan. Untuk itu, dengan memaksimalkan fungsi dari tanaman hias yang menyaring udara tersebut, Anda mendapatkan udara bersih dari dalam rumah.

Baca juga : 6 Makanan Berprotein untuk Turunkan Berat Badan

Tanpa disadari, banyak barang atau benda di rumah yang ternyata menghasilkan racun dan menumpuk debu, terlebih jika ventilasi udara di rumah minim.

Kurangnya aliran udara di rumah memungkinkan penumpukan polusi dalam ruangan dan menjadi salah satu pemicu penyakit seperti asma.

Jenis tanaman hias yang membuat udara lebih bersih kali pertama dikemukakan oleh NASA pada 1989, mengutip Healthline. Studi udara bersih NASA bertujuan menemukan metode untuk meningkatkan kualitas udara bagi para astronotnya.

Tanaman-tanaman tersebut mampu menyerap racun berbahaya dari udara terutama ruangan tertutup dengan aliran udara yang sedikit.

Tanaman hias lebih dianjurkan ketimbang menggunakan mesin pemurni udara. Tanaman hidup ini lebih alami, hemat biaya, dan memberikan nuansa relaksasi bagi pemiliknya.

Tanaman Hias yang Menyaring Udara

1. Spider Plant

Disebut tanaman laba-laba karena daunnya yang menjuntai ke bawah seperti kaki laba-laba. Tanaman laba-laba merupakan tanaman yang mudah beradaptasi dan cepat tumbuh. Tanaman ini dapat tumbuh dalam berbagai kondisi dan jarang memiliki kendala.

Sebelum tumbuh menjuntai, tanaman laba-laba bermula dari bunga kecil putih. Apabila Anda memelihara tanaman ini di rumah, jangan memotongnya karena bunga putih tersebut bukanlah jamur.

Tanaman ini memiliki spesies lebih dari 200 jenis. Agar ruangan terlihat menarik peliharalah 2 atau 3 jenis tanaman laba-laba. Cukup mudah merawat tanaman laba-laba, cukup menyiram sebanyak dua sampai tiga kali dalam seminggu.

Baca Juga :  5 Tanaman Hias Termahal di Dunia

Keunggulan lainnya, tanaman ini juga tidak menyebabkan alergi untuk anak-anak atau hewan peliharaan di rumah. Tanaman laba-laba membantu menghilangkan polutan berupa formaldehida dan xilena yang dihasilkan dari asap bakaran, knalpot kendaraan, dan asap tembakau atau rokok.

2. Aglaonema

Aglaonema atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama sri rejeki ini cukup populer dipelihara di kalangan penyuka tanaman hias dan terdapat dalam banyak varietas.

Beberapa varietas ada yang memiliki warna keperakan pada bagian tengah daun selain warna merah, warna umum pada jenis tanaman aglaonema.

Hal lain yang menjadi primadona dari tanaman ini adalah kemudahan dalam merawatnya dan daya tahannya. Aglaonema dapat tumbuh di dalam ruangan dengan kondisi pencahayaan rendah dan udara yang lembap sekalipun.

Sementara untuk perawatannya cukup dengan menyiramnya sekali setiap minggu. Aglaonema mampu menghilangkan polutan karbon monoksida, benzene, formalin, formaldehida, dan trikloroetilen.

Namun jika Anda memelihara hewan seperti anjing atau kucing, sebaiknya letakkan tanaman ini pada posisi tinggi dalam ruangan. Sebab jika tergigit atau tertelan, dapat ini meracuni teman bulu Anda.

3. Palem Bambu

Tanaman ini jamak ditemui di pekarangan rumah atau taman umum dan masuk dalam keluarga tanaman hias arecaceae atau pinang-pinangan.

Palem bambu termasuk tanaman yang menyukai matahari cerah namun tidak secara langsung dan tumbuh subur pada area lembap.

Palem bambu termasuk tanaman yang memerlukan perhatian lebih. Palem bambu memerlukan pemupukan bulanan dan penyiraman dengan intensitas kecil yang teratur.

Jika semakin rimbun Anda harus memindahkannya ke pot yang lebih besar.

Palem bambu aman bagi binatang sehingga tak masalah meletakkannya di mana pun di dalam rumah. Tanaman ini mampu menghilangkan zat polutan seperti benzena, karbon monoksida, xylene, formaldehyde, dan lainnya.

4. Bunga Krisan

Di samping penampilannya yang cantik dan beraneka warna, bunga krisan ternyata mampu membersihkan semua jenis polutan udara di dalam ruangan yang berbahaya.

Baca Juga :  Tanaman Hias yang Tak Butuh Banyak Cahaya Matahari

Bunga krisan termasuk tanaman yang perlu mendapatkan sinar matahari cukup atau sedang, misalnya di dekat jendela.

Bunga krisan yang telah mekar hanya akan bertahan selama enam minggu. Setelah itu, Anda harus menyuburkan tanahnya lagi hingga bunga krisan mekar kembali.

Namun tanpa mekarnya bunga, proses pembersihan udara menjadi tak berarti. Proses pembersihan polutan pada bunga krisan sangat bergantung dengan bunganya.

Dalam merawat bunga krisan, hanya perlu memeriksa kelembapan tanah setiap dua hari sekali. Selama masa mekar, bunga krisan mampu membersihkan udara dari polutan seperti amoniak, benzena, xylene, formaldehida. Meski indah sayangnya tanaman ini kurang ramah pada anjing dan kucing.

5. Lidah Buaya

Lidah buaya adalah salah satu tanaman yang diuji NASA dalam studi udara bersih. Lidah buaya diketahui sebagai tanaman hias yang membuat udara lebih bersih selain buahnya bermanfaat untuk banyak hal.

Lidah buaya menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen ke udara di sekitarnya.

Hal tersebut turut memunculkan keyakinan jika menaruh lidah buaya dalam pot kecil di dalam kamar, bisa membantu mendapatkan tidur yang lebih nyenyak berkat oksigen yang dilepaskan ke udara.

Sementara buahnya kaya akan vitamin C dan E dan berguna sebagai obat meredakan luka bakar dan peradangan kulit.

Selain menyerap karbon dioksida, sukulen pada lidah buaya juga menyerap zat seperti formaldehida dan benzena.

Lidah buaya tidak dapat terkena sinar matahari langsung, jadi sebaiknya jangan menjemurnya panas-panas. 

Sebelum menyiram periksa terlebih dahulu kondisi tanah, jika lembap cukup semprotkan air secukupnya. Jangan biarkan air menggenang di dalam pot karena akar bisa membusuk. Selain itu, pemberian pupuk sekali dalam sebulan.

6. Lidah Mertua

Tanaman dengan nama nyentrik ini dipercaya sebagai media yang baik untuk feng shui. Lidah mertua tumbuh tegak lurus dan dapat tumbuh hingga 50 cm.

Baca Juga :  Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Diet Ketat Ekstrim

Lidah mertua serupa dengan lidah buaya, mampu menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen pada malam hari.

Hal ini yang menjadikan lidah mertua termasuk tanaman ideal untuk dekorasi kamar tidur karena memberikan aliran udara yang sehat.

Lidah mertua juga menyerap polutan lain seperti CO2, benzene, formaldehida, xylene, dan toluene yang merupakan polusi penyebab kanker.

Lidah mertua termasuk tanaman tangguh yang dapat bertahan hidup pada kondisi lingkungan kering baik di dalam ruangan atau di luar ruangan.

Perawatannya juga cukup mudah, siram tanaman secukupnya jangan biarkan air menggenang karena dapat menyebabkan pembusukan akar. Siram tanaman hanya jika tanah benar-benar kering.

Jangan biarkan terkena matahari langsung, taruh di tempat seperti dekat jendela yang intensitas mataharinya sedang.

7. Peace Lily

Peace lily dinobatkan sebagai tanaman hias terbaik yang membuat udara bersih oleh NASA. Peace lily membawa banyak air dari akar ke daun yang kemudian melepaskan kelembapan kembali ke udara dalam ruangan.

Peace lily menyerap polutan berbahaya seperti benzena, amoniak, formaldehida, trichloroethylene, xylene yang berbahaya bagi kesehatan jika terhirup terlalu sering.

Zat polutan benzena dihasilkan oleh barang seperti bensin, cat, karet, asap rokok, deterjen, dan serat sintetis lainnya. Sementara zat trichloroethylene dihasilkan oleh barang seperti cat, pernis kayu, lem, dan ditemukan menempel pada furnitur seperti tirai maupun karpet.

Meski demikian, tanaman hias yang menyaring udara ini beracun bagi kucing, anjing, dan anak-anak. Letakkan pada tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan Anda.

Comment

1 comment

News Feed