by

3 Kepercayaan Adat Jawa yang Masih Dilestarikan

Indonesia sendiri memang terdiri dari banyak sekali kebudayaan. Tidak heran jika kebanyakan masyarakat masih melestarikan beberapa upacara tradisional di beberapa daerah terutama yang jauh dari kawasan perkotaan. Berikut adalah tiga kepercayaan adat Jawa dan masih ada sampai saat ini:

3 Upacara Adat Jawa yang Masih Dilestarikan

Upacara adat merupakan sebuah ritual yang dilakukan dengan bersama-sama oleh suatu kelompok masyarakat dimana mereka masih mempunyai ketertarikan terhadap suku, kebudayaan dan etnis untk mencapai tujuan bersumber dari leluhur sebelumnya. Berikut adalah ulasan ketiganya:

1. Upacara Kenduren

Upacara Kenduren ini biasa disebut juga dengan selametan. Acara ini memang sudah dilaksanakan secara turun temurun dan dianggap sebagai peringatan do’a bersama dan dipimpin oleh tetua adat ataupun tokoh agama. Kebiasaan ini sempat mengalami perubahaan sejak Islam masuk ke nusantara.

Upacara Kenduren pun dapat dibagi lagi berdasarkan tujuan diselenggarakannya. Misalnya jika diadakan ketika hari lahir seseorang dengan tujuan untuk memanjatkan do’a maka biasa disebut dengan wetonan atau wadalan.

2. Upacara Sekaten

Upacara Sekaten ini menjadi adat dari Kejawen yang akan digelar selama 7 hari berturut-turut untuk memperingati har kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menurut asal usul, nama acara ini diperoleh dari istilah Syahadatain.

Upacara Sekaten diadakan dengan mengeluarkan kedua perangkat gamelan paling utama yakni Sekati dari Keraton milik Kyai Gunturmadu dan Kyai Guntursaai untuk ditempatkan di depan Masjid Agung Surakarta.

3. Upacara Perkawinan

Bagi Anda yang menyadari, upacara perkawinan dengan adat Jawa memang memiliki banyak sekali susunan acaranya. Hal ini sudah dianggap wajar dimana keluarga pengantin terutama pihak orang tua memang masih menjunjung tinggi kepercayaan akan adanya leluhur.

Banyak tahapan yang akan dilalui dalam upacara adat perkawinan Jawa ini. Beberapa diantaranya yakni siraman, ngerik, midodareni, peningsetan, nyantri, temu manten, balangan, suruh, ritual kacar kucur hingga sungkeman. Itu tadi beberapa upacara adat Jawayang sampai saat ini masih dilestarikan oleh kebanyakan orang. Mereka percaya bahwa kepercayaan ini sebagai wujud menghormati leluhur sebelumnya dan mengucap syukur kepada Maha Kuasa.

Baca Juga :  Pandemi Corona, Daging Kurban Boleh Dibagikan Bentuk Olahan

Baca juga : 3 Tempat Mistis di Dunia yang Menarik untuk Dikunjungi

Comment

News Feed